SMP PANGUDI LUHUR SEDAYU
SMP Pangudi Luhur St. Vicentius - Jl. Wates Km 12, Sedayu, Bantul 55752 Jawa Tengah  - Indonesia
Kamis, 02 Juli 2020  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMU. 


03.04.2009 11:04:16 1257x dibaca.
ARTIKEL
THE AGENT OF CHANGE

Oleh : Celcius Suhartanta, S.Pd

Tanggal 21 Juli 2003 adalah hari pertama saya bergabung dengan SMP PL Sedayu memperkuat barisan dewan guru karyawan yang diberi tugas mengajar Bahasa Inggris. Selama lima tahun perjalanan menjadi guru di sekolah ini sungguh tak ternilai pengalaman ataupun nilai hidup yang bisa saya ambil.

Saat ini, saya mencoba membagikan pengalaman perjalanan satu tahun kebelakang tepatnya Tahun Pelajaran 2007/2008 yang merupakan Tahun Pelajaran yang amat bermakna bagi sekolah ini bersama Kepala Sekolah Br.Martinus Sariya Giri, S.Ag.FIC. Sebagai Wakasek Kesiswaan per 1 Juli 2007, tentunya tulisan saya akan terfokus pada siswa, tetapi perkenankanlah pula saya berbagi sedikit seputar kondisi Guru Karyawan dan kondisi fisik sekolah yang menurut saya banyak mengalami perubahan yang krusial oleh kebijakan Kepala Sekolah.


Kondisi Guru dan Karyawan

Kebijakan pengurangan Guru Tidak Tetap berdampak positif terhadap nasib GTT yang masih dipertahankan. Standar gaji GTT berubah total karena kebijakan penambahan GTT yang dulunya tidak terkoordinasi dengan Yayasan, sekarang ini sudah terjalin komunikasi yang baik antara sekolah dan yayasan. Kinerja guru dan karyawanpun kian sepenuh hati. Perjalanan sekolah dan job descriptions kian jelas. Budaya “klesak klesik” di belakang kian hari kian pudar. Semuanya diharapkan menjadi pemain yang baik. “Silakan tentukan pilihan Anda!” itulah kata-kata Bruder untuk penonton yang tidak konstruktif, demi terciptanya team work yang solid. Untuk mendukung team work ini pula, Bruder telah memprakarsai dalam pembentukan Komite Sekolah yang sebelum ini tidak jelas eksistensinya.


Kondisi Fisk Sekolah

Terjadi perubahan warna fisik sekolah berikut ruangannya. Pemilihan warna yang didahului kesepakatan bersama ternyata mendapat respon yang positif dari siswa. Mereka gemar akan warna yang cerah (biru sekolah hijau ruangan). Tidak terbatas pada warna, tetapi isi ruanganpun mendapat perhatian yang total dari Bruder. Tiap ruangan mulai tertata dan terisi. Sarana dan prasarana kian memadai. Namun itu semua tak lepas dari warisan carut marutnya kondisi keuangan yang sekarang ini tahap demi tahap mulai dibenahi demi terwujudnya keuangan yang akuntabel, kredibel, dan transparan. Untuk memantapkan langkah sekolah, Bruderpun berkontemplasi untuk nama santo pelindung sekolah yang akhirnya membuahkan nama Santo Vincentius.


Kondisi Siswa

Amanat saat upacara bendera pembukaan awal tahun ajaran 2007/2008 sangat jelas bagi para siswa yakni tentang kebiasaan-kebiasaan positif yang harus dikembangkan oleh semua siswa di sekolah ini. Selama satu tahun pelajaran, kebiasaan positif yang tampak baik terpelihara antara lain: mengawali hari dengan salam dan senyum, sikap hormat dengan sesama, meletakkan sampah pada tempatnya, tembok meja kursi bebas dari coret-coret. Dengan adanya perubahan-perubahan dalam banyak hal membuat para siswa semakin enjoy dan kerasan di sekolah.

Dari kegiatan sore yang ditawarkan, siswa pada umumnya mengikuti empat jenis kegiatan sore, ini artinya mereka berada di sekolah sampai sore hari kurang lebih sampai pukul 16.00 WIB selama empat hari. Adanya ekstra drumband membuat semakin marak sekolah. Dengan pemanfaatan dan pengefektifan sarpras yang ada, kelompok drumband sukses dalam pentas perdana dalam acara Lustrum IX pada tanggal 15 Januari 2008, yang dihadiri oleh mayoritas siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Sedayu dan sekitarnya.

Bruder dan para guru senantiasa menggugah semangat dan motivasi para siswa untuk semakin berkembang. Tiga hal positif yang coba kami tanamkan pada siswa adalah tumbuhnya rasa percaya diri, berani berpendapat, berpikiran positif. Salah satu contoh dari usaha tersebut yang diprakarsai oleh Bruder adalah terciptanya Mars St.Vincentius dan Yel-Yel yang sering kali ditampilkan. Para siswa pelan-pelan mulai dikenalkan dengan budaya kompetisi dalam artian kompetisi yang sehat. Banyaknya aktifitas/ kegiatan diluar jam membuat tidak hanya para siswa yang super sibuk, tetapi juga para guru dan karyawan yang terkadang harus bekerja ekstra keras bermalam disekolah demi meningkatkan mutu sekolah.

Usaha-usaha menumbuhkan self-confidence, positive thinking, dan iklim kompetitif akhirnya juga membuahkan prestasi sekolah yang selama kurun waktu kurang lebih 15 tahun terakhir belum terukir. Satu persatu prestasi sekolah terukir melalui trophy-trophy kejuaraan:

  1. Juara 2 lomba Wide Game antar SMP Swasta Yogyakarta
  2. Juara 3 lomba Sesorah tingkat Kabupaten
  3. Juara 2 lomba Baca Berita tingkat Kabupaten
  4. Juara 1 lomba Paduan Suara tingkat Kabupaten
  5. Terpilih sebagai wakil Polres Kab.Bantul dalam lomba PKS tingkat propinsi

Dengan melihat prestasi yang demikian banyak untuk sekolah setingkat SMP PL St.Vincentius Sedayu dalam kurun waktu satu tahun, saya hanya bisa mengatakan : “Luar Biasa, Bruder!”. Semoga di tahun tahun mendatang ada lebih banyak lagi prestasi yang bisa terukir baik dalam bidang akademis maupun non-akademis.

Inilah yang bisa saya sharingkan, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan*.








^:^ : IP 34.231.21.160 : 2 ms   
SMP PANGUDI LUHUR SEDAYU
 © 2020  http://smpplsedayu.pangudiluhur.org/